Ibadah Tenang, Ikuti Tips Sederhana Saat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Berikut Ini
UMRAH LAYANAN PRIVATE; LAYANAN MEMUASKAN DI MASJIDIL HARAM DAN MASJID NABAWI
Menunaikan ibadah haji dan umrah pasti menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap muslim. Selain melaksanakan rukun umrah, banyak kesempatan menjalankan ibadah lain, diantaranya sholat fardhu dan sholat sunnah serta ibadah lainnya. Apalagi, masjid yang dikunjungi adalah masjid yang terbilang istimewa, yaitu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Tentu berlipat ganda pahalanya saat melaksanakan ibadah di ke 2 masjid ini.
Ketika di tanah air, kegiatan berangkat ke masjid menjadi hal yang lumrah. Akan tetapi, menjadi luar biasa ketika Anda berada di Baitullah. Terdapat beberapa hal lain yang wajib Anda perhatikan sebelum berangkat ke masjid, baik itu ke Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Bayangkan, ada ribuan bahkan jutaan orang yang melaksanakan ibadah di kedua masjid tersebut ketika musim haji dan umrah.
Photo by Mseesquare Shahiq on Unsplash
Nah, jangan sampai peluang Anda untuk memperbanyak ibadah jadi terhalang karena kurangnya pengetahuan atau tips seputar beribadah di ke 2 masjid suci ini. Yuk, kita ikuti beberapa tips ketika berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi berikut ini:
Ketahui Waktu Ketika Masjid Buka
Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah waktu masjid dibuka. Anda dapat mengantisipasi untuk datang lebih cepat, sebelum masjid dibuka. Berangkatlah minimal 20 menit sebelum adzan berkumandang. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan berdesak-desakan dengan jamaah lain, saat masuk Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi.
Jika Masjid Nabawi, pintu sudah mulai dibuka satu jam jelang adzan subuh dikumandangkan. Kecuali pada bulan suci Ramadhan, masjid dibuka selama 24 jam. Pintu masuk bisa lebih padat menjelang jam sholat.
Perlu Anda ketahui, pintu masuk di Masjid Nabawi dibagi menjadi dua, jadi dibedakan pintu masuk antara jamaah laki-laki dan perempuan. Jangan sampai tertukar, ya! Hal ini sedikit berbeda dengan Masjidil Haram, yang pintu masuknya jadi satu antara pria dan wanita. Dengan mempelajari detail seperti ini bisa memudahkan untuk Anda ketika akan memasuki area masjid.
Ketahui Letak Tempat Wudhu
Ada baiknya, Anda sudah dalam keadaan suci sebelum memasuki area masjid. Anda dapat memanfaatkan waktu untuk berwudhu dari hotel tempat Anda tinggal selama di tanah suci. Walaupun, Anda juga bisa dengan mudah menjumpai tempat-tempat wudhu di sekitar masjid.
Usahakan agar Anda dapat menjaga wudhu selama ada di dalam masjid. Sebab, saat Anda sudah berada di area dalam masjid, terutama Masjidil Haram, suasana sudah ramai dengan orang-orang yang juga menyiapkan diri untuk shalat berjamaah. Ini juga mengantisipasi Anda tak perlu bolak-balik ke kamar mandi.
Terutama bila Anda ingin shalat di shaf depan dekat dengan Ka’bah. Sayang bukan, jika Anda harus berpindah-pindah tempat lagi ketika telah menempati posisi shaf depan yang dekat dengan Ka’bah?
Amankan Sandal dan Bawa Perlengkapan Sholat
Berbeda dengan sholat di Masjid di tanah air yang mengharuskan lepas alas kaki di pelataran masjid, Anda wajib merawat sendiri alas kaki yang Anda bawa. Siapkan tempat khusus untuk sandal Anda ketika memasuki kawasan Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Misalnya, dengan membawa kantong atau tas kecil untuk menaruh sandal. Kemudian Anda bisa leluasa membawanya ke dalam masjid, atau letakkan di tempat yang telah disediakan.
Nah, Anda juga wajib mempersiapkan alat sholat Anda sendiri. Misalnya sajadah atau tasbih yang biasa Anda gunakan untuk beribadah. Usahakan tidak pinjam meminjam peralatan sholat walau dengan teman sesama jamaah, supaya tidak kerepotan dan lebih nyaman selama beribadah. Jangan ribet, agar tidak terlewat waktu atau momen beribadah saat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Sebelum Keluar Dari Masjid
Serupa ketika sebelum memasuki Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Anda diajurkan untuk menunggu sebentar hingga situasinya relatif kondusif untuk keluar dari masjid. Biasanya, jamaah berebut untuk cepat keluar dari masjid hingga berdesak-desakan. Untuk menghindarinya, tunggu 10 sampai 15 menit setelah selesai shalat berjamaah sampai lebih longgar.
Photo by Amien Taryamin on Unsplash
Anda bisa memakai acuan Tower Zam-zam untuk melihat letak pintu masuk dan keluar Masjidil Haram. Jangan lupa untuk menyiapkan sandal yang telah Anda bawa di tas sandal ketika keluar masjid. Usahakan selalu berada bersama rombongan jamaah Anda supaya tidak tersesat kembali ke penginapan.
Jika Anda Kesasar
Mengingat begitu luas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, ada kemungkinan bila Anda terlepas dari rombongan atau tersesat. Apabila Anda mengalami hal ini, tidak perlu panik, karena jika Anda panik akan semakin membuat Anda tidak fokus pada tujuan.
Apabila Anda kesasar sewaktu di Makkah, hal pertama yang bisa Anda lakukan yaitu menuju ke Masjidil Haram, kemudian carilah pintu masuk nomor 1 King Abdul Aziz Gate. Kalau Anda tersesat di Kota Madinah, maka tunggu saja di pintu masuk Masjid Nabawi.
Kenapa harus menunggu di pintu masuk masjid? Ya, karena di tempat itulah banyak jamaah yang keluar masuk dan memungkinkan Anda bertemu dengan jamaah asal Indonesia. Anda dapat bertanya atau meminta bantuan agar diantarkan ke rombongan Anda.
Nah, itu tadi beberapa tips saat berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Anda tentu merasa beruntung mendapatkan kesempatan berkunjung ke dua masjid yang diistimewakan ini. Apalagi banyak sekali keutamaan yang bisa Anda dapatkan, salah satunya bisa memanjatkan doa di tempat-tempat yang mustajab contohnya berdoa di Hijir Ismail dan Raudhah. Selamat beribadah!
Nikmati kekhusyukan, kenyamanan dan kepuasan beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan Umrah Layanan PRIVATE Bersama SyaRah Travel, sehingga anda bisa mengupayakan perjalanan anda ke Tanah Suci menjadi perjalanan terbaik dan berkwalitas serta menjadikan Ibadah Terbaik anda dalam seumur hidup.